Duren Tumbu

Dulu sewaktu Bapak masih ada, saya pernah tanya padanya apa jenis durian yang pohonnya menjulang tinggi di samping rumah. Ia pun langsung bercerita panjang lebar.
"......Iki mbiyen sing nandur Mbah Kakung. Jare Mbah kakung mbiyen jenenge duren Tumbu. Durene dempok, bunder ngligir-ngligir (kelihatan bentuk ruas buahnya). Kulite ijo, ning isine kuning daginge kandel rasane legi pait......" Ujarnya waktu itu.
Saya masih ingat betul apa yang ia katakan. Ia selalu berpesan setiap mau buka duren.
"...Ojo akeh-akeh ndak mendem. Mabuk ngko....."
Tapi biasanya belum selesai ia bicara, tanganku sudah nyelonong ambil duren yang baru dibukanya.
Nama "Duren tumbu" sendiri entah aslinya jenis apa saya pun tidak tahu. Mungkin karena bentuknya yang seperti "tumbu" (wadah yang terbuat dari bambu berbentuk kotak biasanya ada tutupnya). Jadi dinamakan duren tumbu. Ya saya juga ikut-ikutan menyebutnya duren tumbu.
Soal rasa saya tidak ingin menyebutkan enak atau tidak. Karena lidah penikmat nya biasanya beda-beda. Ada yang suka manis, ada pula yang suka manis-manis pahit.
Tapi yang dikatakan bapak dulu itu betul. Duren Tumbu ini betul-betul manis-manis pahit dagingnya juga tebal. Selain itu juga sangat legit. Kulitnya hijau dan warna buah nya kuning.
Waktu kecil dulu setiap mendengar suara "krosaak blug" dari samping rumah, langsung lari pertanda ada duren yang jatuh. Pernah pula suara "krosaak blug" dikira duren jatuh. Eh ternyata "Cumplung" apes....apes.... 😂😂😂
spacer

Wedus Tempoer Candimulyo

Beberapa hari lalu bertandang ke bro Sochif Sulistyawan, juragan warung wedus Magelangan. Dulu awal-awal kenal sebagai breeder dan suplier wedus. Baru tiga pekan ini buka warung sate dan tongseng disamping rumahnya di Tempursari Candimulyo.
Konsepnya sangat khas "ndeso", jalan masuk ke warungnya juga khas "ndeso". Tapi disitulah menariknya. Disela-sela obrolan dia berbisik ke saya. "Alhamdulillah tiap hari selalu melebihi target porsi yang disajikan".
"Weh..mantab". Timpalku.
spacer

Ontran-Ontran Politik

Dalam situasi "ontran-ontran" politik seperti sekarang ini, saya lebih memilih tidak banyak berkomentar di sosial media.
Pertama, karena memang tidak punya kapasitas apa-apa (hanya buruh serabutan). Jangankan wawasan politik, Tes wawasan kebangsaan saja hanya dapat nilai 1**. Tes Karakteristik Pribadi juga hanya dapat nilai 15*. Yang parah Tes Intelegensi Umum, hanya dapat nilai *5*. Berarti memang tidak cerdas to? Tidak punya logika berpikir yang standar menurut negara 🤣
Kedua, tidak mau terjebak dalam ruang sempit kepentingan sesaat. Dunia hanya sementara bro 😭. Apa yang kau kejar? Ada banyak hal yang kita tidak tahu. Karena Yang Maha Mengetahui hanya Allah SWT. (Asyeek)👌
Ketiga, ingin lebih fokus melakukan sesuatu yang mungkin bermanfaat buat diri sendiri, keluarga dan syukur-syukur masyarakat (preet...gayane) 😁. Karena, sebaik-baik manusia adalah jika bermanfaat buat orang lain. Bukan malah jadi mudharat. Ya minimal tidak membuat masalah baru jika tidak bisa menjadi solusi.
Keempat, hanya berusaha lebih berdaya, mencari rezeki secara halal, mandiri dan syar'i agar mendapat ridho Illahi 😉
Barangkali ada yang satu visi? Mari berkolaborasi. 🙏🙏
spacer

Celana Dalam My Little Pony

Sekilas tidak ada masalah dengan kedua celana dalam ini. Mereka sudah punya selera warna masing-masing. Syafa suka warna "blue", Syifa memilih warna pink. Masalah akan muncul manakala Syafa tau bahwa celana dalamnya bukan bergambar "my little ponny" kesukaannya.
"Aku gambarnya my little pony, kamu nggak". Begitu ejek Syifa biasanya.
"Aa...aku kok ga my little pony....". Nangis lah Syafa karena ejekan Syifa itu. Terkadang begitupun sebaliknya.
Seketika ketenangan pagi berubah menjadi keriuhan jeritan tangis.
Tapi Alhamdulillah, pagi ini terselamatkan oleh "Masha and The Bear". Mereka asyik nonton jadi tidak terlalu memperhatikan apa gambar di belakang celana dalamnya. Hahaha...
Hampir tiap pagi, sementara ibunya sedang di dapur menyiapkan sarapan, saya yang selalu mengambil alih ngurusi Syafa-syifa. Dari membujuk untuk mau mandi, memandikan, menyuapi sarapan dan kemudian mengantarkannya ke sekolah.


spacer